Proyek RS Batua, Polisi Ungkap Penyelidikan Sempat Dramatis

RS Batua Makassar yang mangkrak. (Foto: Alur/Rio)

Makassar - Direktur Reserse Kriminal Khusus (Krimsus) Polda Sulsel, Kombes Pol Widony Fedry mengakui penyelidikan kasus dugaan korupsi Rumah Sakit Batua sedikit dramatis.

Karena memakan waktu cukup lama. Hal tersebut lantaran adanya keterlambatan hasil audit kerugian negara dari BPK RI. Namun, setelah hasil audit keluar, penyidik pun langsung melakukan gelar perkara dan menetapkan tersangka.

"Pada 14 Juli 2021, Kami melalukan meeting zoom dengan BPK RI. Pertemuan itu disebutkan adanya kerugian negara sebesar Rp 22 miliar lebih," kata Kombes Pol Widony Fedry.

Kasus renovasi puskesmas menjadi rumah sakit tipe C yang berada di Jalan Abdullah Dg Sirua, Kota Makassar, Sulsel tersebut, dikerjakan oleh PT Sultana Nugraha.

Hasil penyelidikan bahwa pembangunan ini dianggap sebagai total lods atau dianggap tidak ada pembangunan.

"Pembangunan ini dianggap total lods. Jadi dianggap tidak ada," bebernya. []

Komentar Anda