Ratusan Nakes di Manggarai Minta Maaf ke Hery Nabit, Ini Penyebabnya

Elias Ndala (Tengah), Ketua Forum Nakes Non ASN Kabupaten Manggarai saat jumpa pers di Ruteng, senin, 8 April 2024. (Foto: Alur/Aris Senda)

Manggarai - Ratusan tenaga kesehatan (Nakes) non ASN di Kabupaten Manggarai menyampaikan permohonan maaf tertulis kepada Bupati Manggarai, Herybertus GL Nabit pada Senin, 8 April 2024.

Permohonan maaf itu disampaikan setelah pemerintah Kabupaten Manggarai tidak memperpanjang Surat Perjanjian Kerja (SPK) setelah ratusan Nakes tersebut melakukan unjuk rasa.

Ketua Forum Nakes Non ASN Kabupaten Manggarai Elias Ndala mengatakan, dia dan teman-temannya ingin memperjuangkan nasibnya.

"Kami para Nakes menyatakan bahwa, pada awalnya kami dengan semangat ingin memperjuangkan nasib kami menjadi lebih baik namun hasilnya tidak sesuai dengan yang kami harapkan,"ujar Elias, Senin 8 April 2024.

"Karena itu dengan kesadaran dan tanpa ada paksaan dari pihak manapun kami menyampaikan permohonan maaf,"tambahnya.

Isi Permohonan Maaf Ratusan Nakes di Manggarai:

1. Permohonan maaf yang sedalam-dalamnya kepada Bupati Manggarai sebagai pengambil kebijakan di Kabupaten Manggarai serta seluruh jajarannya.

2. Kami menyampaikan permohonan maaf kepada Bupati Manggarai atas kekeliruan kami yang tidak mengikuti struktur birokrasi di Kabupaten Manggarai dan tidak loyal terhadap pimpinan.

3. Kami mohon kebijakan dan kerendahan hati Bapak Bupati Manggarai agar kami semua dapat bekerja dan mendapatkan SPK untuk bekerja kembali di wilayah kerja puskesmas kami masing-masing.

4. Kami mohon kiranya Bapak Bupati dapat menyediakan waktu untuk kami temui, sehingga kami bisa menyampaikan secara langsung permohonan maaf Kami.

Sebelumnya Pemda Manggarai memecat 249 Nakes Non ASN dengan alasan tidak loyal dan disiplin.

Ratusan Nakes Non ASN yang dipecat tersebut adalah mereka yang mengikuti aksi demo dan Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Kantor DPRD Manggarai pada 6 Maret lalu. []


Kontributor: Aris Senda

Komentar Anda