Kinerja STBM Kabupaten Manggarai Dinilai Sangat Baik

Ketua PRB Provinsi NTT, Norman Riwu Kaho, saat menjelaskan materi terkait perubahan iklim yang berlangsung di Aula hotel Dahlia Ruteng Kecamatan Langke Rembong, Rabu (13/04/2023). (Foto: Isno Baco).

Ruteng - Kinerja Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di Kabupaten Manggarai sangat baik.

Hal itu diungkapkan oleh ketua Pengurangan Resiko Bencana (PRB) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Norman Riwu Kaho, saat menjadi narasumber dalam pelatihan ketahanan iklim untuk Pokja AMPL di Kabupaten Manggarai, Rabu 12 April 2023.

Kepada wartawan Norman mengatakan dampak dari perubahan iklim baik secara umum sangat pengaruh terhadap air, keberhasilan, sanitasi, dan Kesehatan Gender Disabilitas dan Inklusi Sosial (Gedsi).

Norman merasa senang dan bangga karena teman-teman yang bergabung dalam Plan Internasional Indonesia, di Kabupaten Manggarai, sudah mulai menginisiasi kerja-kerja yang sangat baik.

"Prestasi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di Manggarai itu sangat baik, karena salah satunya Kabupaten di NTT dari 22 Kabupaten Kota, yang sudah deklarasi pilar satu dan pilar dua," ujar Dosen Undana Kupang itu.

Ia berharap dengan kegiatan ini bisa meningkatkan kerja teman-teman di lapangan, baik yang bekerja di isu mengenai Water And Sanitarian Hygene (WASH), air, sanitasi dan kebersihan.

Kata dosen Undana itu, pelatihan ketahanan iklim ini sangat penting dilakukan karena memang sekarang ini isu mengenai air, sanitasi, dan kebersihan ini, dikaitkan dengan isu-isu mengenai inklusi sosial, jender, dan aspek ketahanan iklim.

"Kita tau bahwa dampak perubahan iklim itu sudah terjadi," kata Norman.

Lanjut dia dampak dari perubahan iklim yang kita lihat sebagian itu sangat berpengaruh terhadap air, banjir, kekeringan, berpengaruh terhadap tingginya permukaan air laut, berpengaruh terhadap intensitas hujan yang tinggi dan suhu yang bertambah panas.

"Ini merupakan tanda-tanda dari perubahan iklim yang mesti kita waspadai bersama," tutupnya. []

Komentar Anda