Alur.id
    Berita    Detail Article

Peringati Hari Pers Nasional PJM Manggarai Gelar Pelatihan Jurnalistik

Wartawan di Manggarai gelar pelatihan jurnalistik, Selasa 8 Februari 2022. (Foto: Alur/Valerius Isnoho)

Ruteng - Menyambut Hari Pers Nasional (HPN) 9 Februari 2022, Persatuan Jurnalis Manggarai (PJM) menggelar pelatihan jurnalistik, Selasa 8 Februari 2022, di Hotel Ranaka Mart.

Pelatihan via aplikasi zoom meeting tersebut menghadirkan Ketua Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), Wensislaus Manggut dan dimoderasi oleh Koordinator Divisi SDM PJM, Joe Kenaru.

Pelatihan ini di isi dengan materi teknik investigasi, teknik penulisan mendalam, dan teknik penulisan feature.

Ketua PJM Yohanes Manasye menyampaikan, seperti biasanya setiap tahun kita merayakan HPN pada tanggal 9 Februari. Jika pada tahun sebelumnya, jurnalis Manggarai merayakan HPN dengan melakukan kegiatan ke luar, kali ini kita peringati dengan kegiatan internal jurnalis.

Kita mengisi HPN dengan kegiatan pelatihan jurnalistik. Mengapa pelatihan jurnalistik? Mengapa perlu berlatih sementara kita sudah jadi jurnalis?

"Jurnalis, seperti profesi lainnya, perlu belajar terus. Selama kita menjalani profesi ini, kita harus selalu belajar. Hanya dengan terus belajar, kita bisa menjadi jurnalis yang kuat. Apalagi di negeri yang menganut sistem demokrasi ini, jurnalis atau pers menjadi salah satu pilar selain eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Pilar itu harus kuat untuk menopang bangsa ini," ujar Manasye.

Ia juga mengatakan jurnalis yang kuat itu ya jurnalis yang profesional. Untuk bisa profesional, kita harus bermutu, jujur, dan berani. Kita perlu di asah terus menerus agar bisa menghasilkan karya yang bermutu. Karya yang punya daya untuk mendorong perubahan.

Lebih lanjut ia menjelaskan, kita harus jujur agar bisa menjalankan jurnalisme dengan tulus, tidak diperalat untuk hal-hal yang tidak terpuji, seperti yang ramai diberitakan akhir-akhir ini.

"Kita juga harus berani bersuara lantang sebagai corong bagi masyarakat sekaligus menjadi mitra kritis dalam mewartakan kebijakan pemerintah. Pers harus peka terhadap kebutuhan dan keluhan masyarakat agar pelayanan publik menjunjung tinggi prinsip kemanusiaan dan keadilan," tutupnya. []