Alur.id
    Berita    Detail Article

Miris!! Gedung Sekolah di Manggarai Timur Seperti Kandang Kambing

Gedung Sekolah di Matim sangat memprihatinkan. (Foto: Alur/Netizen)

Manggarai Timur - Gedung sekolah di SDI Bea Rana Desa Golo Munga Barat, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) seperti kandang kambing.

Kondisi gedung sekolah tersebut sangat memprihatikan. Wajah pendidikan di negeri wilayah itu sungguh miris. Pemerinta setempat seperti tutup mata.

Padahal tiap tahunnya kurikulum terus berganti, tidak dengan gedung terutama di sekolah-sekolah pelosok negeri ini.

Pendidikan di kota mendapat fasilitas-fasilitas yang di rasa cukup untuk menunjang proses pembelajaran. Namun di daerah pelosok justru harus menelan pil pahit karena keterbatasan fasilitas, seperti gedung sekolah.

Kondisi ini juga dialami oleh siswa SDI Bea Rana, Desa Golo Munga Barat, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai.

Sejumlah siswa di sekolah tersebut terpaksa menimba ilmu di gedung reyot dan berlumpur.

Lantaran kekurangan gedung, dua rombongan belajar terpaksa bersekolah di gedung yang terbuat dari pelupuh bambu dan berlantai tanah.

"Kondisi ruangan kelas SDI Bea Rana (Desa Golo Munga Barat) sangat menyedihkan sekali, walau pun selalu diguyur hujan peserta didik tetap semangat dalam mengikuti proses pembelajaran, semoga pemerintah setempat segera memperbaiki sekolah ini," tulis akun Facebook Fenan IrHa Faman, disertai dengan foto siswa yang sedang belajar di gedung reyot dan becek tersebut.

Fenan IrHa, sendiri diketahui seorang guru di SDI Bea Rana. Pemilik nama lengkap Fenansius Darmin Faman itu mengatakan, SDI Bea Rana didirikan tahun 1987.

Pada tahun 2012, kata dia, pemerintah membangun tiga ruangan kelas. Lantaran keterbatasan ruangan kelas, tahun 2015 sekolah membangun gedung darurat dengan konstruksi bagian atap dibuat dari seng, bagian samping terbuat dari pelupuh bambu, dan berlantai tanah.

"Sedihnya kalau musim hujan lantai jadi becek. Meski begitu, demi pendidikan anak-anak tetap semangat bersekolah," terang Fenan, Minggu 30 Januari 2022.

Hingga kini, kata Fenan, sudah ada lima ruangan kelas. Dua diantaranya lantai sudah rusak, sedangkan tiga ruangan kelas kayu sudah lapuk di bagian atapnya.

Ia menambahkan, saat ini jumlah siswa SDI Bea Rana sebanyak 52 orang. Mereka dibagi ke dalam enam rombongan belajar.

"Yang tidak miliki ruangan dua kelas, terus ruangan kantor sekolah sebagiannya dimanfaatkan menjadi ruangan kelas, sebagian dijadikan kantor. Sedangkan dua kelas itu, satu ruangan darurat. Satu kelasnya lagi nebeng dengan ruangan guru, "ungkap Fenan. []