Alur.id
    Berita    Detail Article

API Sindir Wakil Bupati Manggarai Terkait Pemberhentian 18 Nakes

Ketua Aliansi Pemuda Wae Rii (API), Viktorianus Amput. (Foto: Netizen)

Ruteng - Ketua Aliansi Pemuda Wae Rii (API), Viktorianus Amput menyayangkan pernyataan wakil Bupati Manggarai soal pemberhentian 18 tenaga kesehatan (Nakes) di RS. Pratama Reo yang menurut Wabup sendiri tidak mengetahui persoalan tersebut.

Menurutnya, pernyataan Wabup Manggarai itu terkesan dongkol. Karena dia masih sebagai Wakil Bupati Manggarai,karena saat ditanya terkait pemberhentian 18 Nakes dia justru minta media menanyakan ke bupati.

"Padahal menurut saya mereka ini kan masih satu payungn yaitu Bupati dan wakil bupati manggarai,"jelas Viktorianus Amput.

Kata dia, penyataan Wakil Bupati Manggarai hanya mau cari aman saja. Apalagi beliau sendiri mau bertarung juga di Pilkada nanti.

"Untuk situasi sekarangkan mereka sebagai pemerintah daerah harusnya bekerja sama, ya minimal mereka diskusilah, kira-kira bagaimana solusi yang terbaik untuk nasib tenaga kesehatan di Manggarai,"keluhnya.

Seharusnya kata dia, Wabub tidak perlu saling melemparkan kesalahan antara Bupati dan Wakilnya.

"Jangan hanya mau cari keuntungan politik, saling lempar kesalahan satu sama lain. Jadinya yang selalu jadi korban adalah pihak bawahan,"jelasnya.

Sebagai informasi, sebelumnya Wakil Bupati Manggarai, Heribertus Ngabut menanggapi pemberhentian 18 Nakes oleh Bupati Manggarai Herybertus G. L. Nabit.

Heri Ngabut mengarahkan media agar menanyakan langsung alasan pemecatan para Nakes ke Bupati Manggarai Hery Nabit.

“Tanggung jawab soal pemecatan Nakes kembali ke bupati. Karena pemecatan Nakes sumbernya dari dia,” ujar Ngabut ketika dihubungi media ini.

“Kalau mau konfirmasi terkait pemecatan itu silakan langsung tanya ke bupati kenapa dipecat,”sambungnya.

Menurut Ngabut, proses pemecatan para Nakes di Rumah Sakit Pratama Reo tidak pernah melibatkan dirinya sebagai wakil Bupati Manggarai.

"Yang mengetahui SK pemecatan itu, hanya Bupati Manggarai,"tutur Ngabut.

Jurnalisme Warga : A. Senda