Alur.id
    Berita    Detail Article

Ini Penyebab Warga Kepung Kantor Desa Sampaga

Warga yang menggelar aksi unjuk rasa di kantor Desa Sampaga, Kecamatan Sampaga, Mamuju Sulbar. (Foto: Alur/ist)

Mamuju - Merasa bakal calon Kepala Kepala Desanya digugurkan, warga Desa Sampaga, Kecamatan Sampaga, Kebupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), geram.

Akibat kegeraman, puluhan warga menggelar aksi unjuk rasa di kantor Desa Sampaga, Rabu, 8 Desember 2021.

Menurut salah seorang tokoh masyarakat Desa Sampaga, Abdul Rasyid Rahman, aksi unjuk rasa digelar warga karena tidak terima dengan penetapan calon kepala desa Sampaga.

Baca juga: Puluhan Warga Kepung Kantor Desa Sampaga Mamuju Sulbar, Ini Penyebabnya

"Dari tiga calon yang ditetapkan PMD Kabupaten Mamuju, dua diantaranya tidak lengkap berkas yakni Mahmuddin dan Tasim," kata Abdul Rasyid, Rabu, 8 Desember 2021.

Abdul Rasyid mengungkapkan, berkas Mahmuddin dinyatakan tidak lengkap karena kertas nilainya tidak ditandatangani dan tidak di stempel oleh kepala sekolah yang bersangkutan.

"Sementara Tasim, tidak ada keterangan bebas temuan dari inspektorat," katanya.

Ia juga mengungkapkan, Mahmuddin dan Tasim sudah dinyatakan gugur oleh panitia lima dan BPD Desa Sampaga. Namun, PMD Mamuju meminta semua berkas bakal calon, baik yang lolos berkas maupun yang tidak lolos berkas.

"Padahal, panitia lima sudah melalui tahapan demi tahapan, hingga penetapan lima calon kepala desa," kata Abdul Rasyid.

Dia menambahkan, lima calon Kepala Desa Sampaga yang sudah ditetapkan oleh panitia yakni Agussalim, Muh. Tarmizi, Salmi, Ariansyah dan Asnawi.

"Namun, setelah tes wawancara yang digelar beberapa hari lalu, semua calon ikut," katanya.

Sehingga, dari hasil penetapan calon Kepala Desa Sampaga yang dikeluarkan PMD Mamuju hari ini, membuat amarah warga tidak terbendung lagi.

"Jadi, warga yang menggelar aksi unjuk rasa merupakan keluarga Tarmizi," kata Abdul Rasyid.

Keluarga Tarmizi tidak menerima putusan PMD Mamuju karena sebelumnya, panitia lima, BPD Sampaga dan Camat Sampaga, serta masyarakat sudah sepakat bahwa tiga orang yakni Agussalim, Tarmizi dan Mahmuddin yang akan maju sebagai calon kepala desa.

"Ternyata, Tarmizi gugur saat tes wawancara di kabupaten," katanya. []