Alur.id
    Berita    Detail Article

Ayah Curiga Dilapor Mantan Istri Perkosa 3 Anak di Lutim Dipicu Cemburu

Ilustrasi perkosaan. (Foto: Alur/pixabay)

Luwu Timur - Ayah yang dilaporkan mantan istrinya di Polres Luwu Timur, atas dugaan memperkosa tiga orang anak kandungnya, angkat bicara. Aparatur Sipil Negara (ASN) ini curiga dilaporkan kasus asusila tersebut diduga karena adanya kecemburuan.

Ayah berinisial S ini mengatakan, pihaknya tidak pernah mempunyai masalah dengan mantan istrinya pasca cerai.

Dan bahkan, komunikasi lancar hingga mengasuh anak. Sehingga, dengan laporan atau isu terkait pemerkosaan anaknya itu membuat kaget.

"Jadi kayak berhalusinasi ini. Saya normal. Masa sampai begitu. Apalgi diisukan ikut kakak, ikut teman. Orang tua dari mana tega melihat anaknya dibegitukan," kata S.

Dia menceritakan, pisah dengan ibu ketiga anaknya itu pada 2017 silam. Tapi sebelum resmi cerai, S sudah meninggalkan rumah atau pisah ranjang, Agustus 2016, setelah pertengkaran hebat dengan mantan istrinya itu.

Pasca perceraian itu, mereka baik-baik saja dan komunikasi baik. Ketiga anak tersebut, tinggal bersama ibunya.

Tetapi, S mengaku masih sering ketemu anaknya hingga dia kerap mengantar-jemput sekolahnya. Tapi belakangan, Oktober 2019, dia dilaporkan mantan istrinya ke polisi dengan tuduhan pemerkosaan

"Saya selama ini tidak ada masalah, baik-baik saja. Bahkan kalau habis listriknya saya kasi pembeli listrik. Pembeli token. Kalau tidak ada uangnya, minta ke saya. Saya pun biasa ke rumahnya tapi tidak masuk, hanya jemput anak untuk pergi. Biasa juga, di suruh jemput di sekolah. Sehingga, saya kaget karena tiba-tiba dilaporkan," beber dia.

Adanya laporan aduan ke polisi itu, ASN di Lutim ini mencoba merenungi. Ia berusaha mencari tahu alasannya. Seketika, sesuatu melintas dipikirannya jika pengaduan dari mantan istrinya ditengarai kecemburuan. Ia curiga mantan istrinya cemburu karena dia memiliki pacar dan mau menikah pada saat itu.

"Tapi setelah saya telusuri, kemungkinan dia cemburu. Waktu itu, ada saya temani dekat, kan saya sudah 3 tahun menduda. Saya video call dia waktu itu dan mengajak anak saya kenalan sama pacar saya. Dan, setelah tiga hari dari itu, saya dilaporkan. Jadi saya pikir ada hubungannya mungkin kecemburun hingga saya mau dihancurkan," katanya.

S mengaku menghargai proses hukumnya, hingga dia terperiksa. Dia bersyukur, sebab kebenaran terungkap. Dia tidak terbukti melakukan pemerkosaan seperti apa yang sudah dituduhkan mantan istrinya. Polisi bahkan telah menghentikan penyelidikan laporan pengaduan itu.

Kendati demikian, ia menyayangkan kasus tersebut kembali mencuak dipublik hingga viral di media sosial.

Kemunculan perkara yang sudah lama dihentikan itu, membuat dia merasa di fitnah. Nama baiknya hingga profesinya dicemarkan. Bahkan, khawatir dengan nasib ketiga anaknya kelak.

"Saya serahkan ke Polres sesuai hukum. Hanya saja orang-orang mengomentari tanpa menelusuri kebenarannya. Ini sangat disayangkan dan fitnah itu. Saya pun tidak terima di fitnah dan saya rencana tempuh jalur hukum. Saya ASN dan karir sayapun dihancurkan. Yang lebih penting anakku kalau besar di bully sama temannya. Habis ini habis ini," pungkasnya. []