Alur.id
    Berita    Detail Article

ABK asal Makassar yang Disandera Milisi Al Hothi Yaman Sudah Bisa Pulang

Ilustrasi Sandera. (Foto: Ilustrasi)

Makassar - Surya, salah seorang dari 9 Anak Buah Kapal (ABK) kapal cargo milik Arab, yang disandera oleh Milisi Al Hothi di Yaman karena membawa amunisi diperlakukan baik dan bisa pulang.

Hal tersebut dikatakan, Ketua Corps Alumni Bumiseram Makassar (CABM) Capt Agus Salim ketika dikonfirmasi, Rabu 12 Januari 2022. Menurut dia, 9 ABK kapal cargo yang dibajak oleh Milisi Al Hothi sudah diturunkan ke daratan yang sebelumnya masih berada di atas kapal.

“Sudah dari beberapa hari yang lalu, seluruh crew di atas kapal sudah dipindahkan ke darat. Mereka itu dipindahkan ke base camp untuk khusus akomodasi. Semua kebutuhan dasar seperti makan, minum dan sebagainya terpenuhi. Juga diberikan untuk melakukan komunikasi, ke keluarga masing-masing,” katanya.

Agus Salim menegaskan, jika kondisi Surya sendiri baik-baik saja meski dalam penyanderaan Milisi Al Hothi.  Dia pun mengungkapkan, jika penyanderaan Surya bersama crew kapal cargo Arab berbeda dengan kasus penyanderaan yang sebelumnya terjadi yang dilakukan kelompok teroris.

“Penyandraan ini sedikit berbeda dengan penyandraan yang ada sebelumnya. Kenapa saya katakan berbeda, karena mereka itu hanya dikeluarkan dari kapal dan dibawa ke tempat penampungan. Bahkan mereka diperlakukan tidak seperti sandera-sandera yang kita liat dilakukan teroris. Itu sedikit perbedaannya, karena pelakuannya cukup baik. Tidak ada perlakuan yang mengancam nyawa mereka. Kondisi mereka itu baik-baik saja,” jelasnya.

Saat ditanya tujuan penyandraan itu, Agus Salim membeberkan jika Milisi Al Hothi hanya menginginkan kapal tersebut beserta muatannya berupa peralatan perang.

“Jadi mereka ini hanya untuk membajak kapal dan muatannya. Jadi itu tujuannya, bukan sama sekali untuk crew. Kapal itu juga belum sampai ditujuan,” terangnya.

Agus Salim juga menuturkan, jika Milisi Al Hothi tidak ada permintaan sama sekali terkait penyanderaan tersebut.

“Jadi memang mereka yang inginkan kapal dan muatannya, sedangkan crew nya dibebaskan. Bahkan mereka memperlakukan crewnya dengan baik dan sangat manusiawi. Hanya saja, mereka berada di daerah yang sangat terpencil jauh,” tandasnya.

Menurut informasi yang diperoleh Agus Salim, jika Surya dan crew kapal tersebut terkendala pulang ke negara mereka masing-masing. Pasalnya, bandara yang ada di daerah itu sudah dihancurkan daripada peperangan tersebut.

“Harusnya bisa pak Surya pulang ke tanah air, tapi belum dilaksanakan. Ini juga sudah dilaporkan di kementerian luar negeri, tentunya pemerintah Indonesia sudah menyusun rencana strategis dan secara diplomatik tentunya agar bisa memulangkan pak Surya ke Indonesia dan kembali ke Kota Makassar bersama keluarganya,” tambahnya.

Sebelumnya telah diberitakan, seorang warga Kota Makassar, Surya menjadi korban penyanderaan di Yaman seminggu terakhir bersama 9 orang temannya warga Negara India dan Philipina. Surya disandra bersama 9 orang temannya sesama Anak Buah Kapal (ABK) cargo milik Arab yang membawa amunisi. []