Alur.id
    Berita    Detail Article

22 Ribu Keluarga di Sulsel Mulai Terima BLT Dampak Kenaikan BBM

BLT dampak kenaikan BBM mulai disalurkan ke warga Sulsel. (Foto: Alur/Ist)

Makassar - Sebanyak 22.000 keluarga peneriman manfaat (KMP) di Sulawesi Selatan mulai menerima Bantuan Langsung Tunai kenaikan Bahan Bakar Minyak atau BLT BBM, Selasa 13 September 2022 hari ini. Bantuan ini disalurkan langsung PT Pos Indonesia.

Puluhan ribu penerima manfaat ini tersebar di lima kabupaten di Sulawesi Selatan. Antara lain, di Kota Makassar, Kabupaten Gowa, Takalar, Maros dan Pangkep.

"Penyaluran bantuan ini telah dilakukan secara simbolis sejak Selasa lalu oleh PT Pos Indonesia. Bantuan dampak kenaikan BBM ini akan diberikan ke keluarga penerima manfaat di 24 kabupaten dan kota yang ada di Sulsel,"  kata Executive General Manager (GM) PT Pos Indonesia Cabang Utama Makassar Made Wirata dalam keterangannya, Selasa 13 September 2022.

Ia mengatakan, keluarga penerima manfaat ini akan mendapat dua jenis bantuan lansung tunai senilai Rp 500 ribu. Di mana Rp 300 ribu selama dua bulan yakni September dan Oktober 2022, kemudian bantuan langsung tunai Sembako senilai Rp 200 ribu rupiah.

"Sehingga total BLT BBM yang diterima sebesar Rp 500 ribu per KPM-nya," katanya.

Ia mengungkapkan, untuk proses pembayaran BLT BBM di seluruh Kabupaten dan Kota di Sulsel ditargetkan rampung pada 19 September 2022 mendatang.

"Total dana yang akan disalurkan untuk seluruh peneriman bantuan sebanyak Rp 300 miliar," terangnya.

Lanjutnya, untuk mencegah kepadatan atau kerumunan masyarakat, pihaknya menambah lokasi penyaluran BLT BBM. Dimana jika sebelumnya dalam satu kecamatan ada tiga titik bayar, saat ini ditambah menjadi lima hingga sepuluh titik bayar.

Salah satu penerima manfaat warga Kota Makassar Ahmad mengatakan, dirinya sejak pagi tadi telah mendatangi Kantor Pos Cabang Utama Makassar di Jalan Slamet Riyadi untuk mengantri demi mendapatkan bantuan dari pemerintah tersebut.

"Sudah datang sejak pagi, bantuan ini akan kami gunakan untuk membeli kebutuhan pokok. Kita harap kenaikan BBM tidak membuat harga kebutuhan bahan pokok melonjak," katanya singkat. []